Tips Menggunakan Semen Mortar Dan Batu Bata Ringan Untuk Bangunan

Untuk menghemat proses pembangunan rumah Anda bisa menggunakan bahan semen instan yang berkualitas unggulan. Untuk itu Anda memerlukan tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan untuk bangunan agar bisa mengaplikasikannya dengan baik dan tepat. Jika Anda mampu mengaplikasikannya dengan baik, maka bangunan akan kuat dan tahan lama.

 

Inilah tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan untuk bangunan

Semen mortar dan batu batu bata ringan merupakan komposisi bahan bangunan yang bisa dibilang unggulan. Selain mudah dalam pemasangan, bahan ini sudah memiliki komposisi bahan yang pas, Anda hanya perlu mencampurkannya dengan sedikit air saja. Namun saat mengaplikasikannya, Anda perlu memperhatikan tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan dibawah ini agar sesuai.

  1. Pastikan komposisi air pada mortar telah sesuai

Mortar merupakan bahan semen instan yang sudah memiliki komposisi yang lengkap. Dengan begitu Anda tidak perlu mencampurnya lagi dengan bahan lain seperti pasir atau yang lainnya. Anda hanya perlu mencampurkan mortar dengan komposisi air yang pas. Untuk komposisi penggunaan air dan mortar yang ideal adalah 1:2. Pastikan bentuk adukannya kental dan tidak cair.

  1. Rendam batu bata ringan 1 jam sebelum digunakan

Untuk bisa menjaga kualitas batu bata ringan agar tidak mudah retak dan bisa tetap kokoh diperlukan kelembaban yang pas. Untuk menjaga kelembaban tersebut sebaiknya Anda rendam batu bata ringan di dalam tangki berisikan air. Cara ini akan membuat kualitas batu bata ringan lebih bagus dan mudah dipasang. Dengan begitu maka bahan bangunan akan tetap terjamin kualitasnya.

 

  1. Buatlah ketebalan pemasangan sekitar 1-3 mm

Saat memasang batu bata, disarankan untuk memperhatikan ketebalan semen yang digunakan. Ketebalan semen tidak boleh melebihi 1-3 mm. Pemakaian semen yang berlebihan akan membuat semen terjatuh sia-sia selama proses pengeringan. Kondisi ini bisa membuat dinding menjadi tidak rata. Hal akan menyulitkan proses plesteran nantinya. Untuk itu perhatikan ketebalan semen dengan tepat.

 

  1. Buatlah garis untuk pedoman pemasangan

Untuk mempermudah proses pemasangan nantinya, sebaiknya Anda buatlah garis pedoman terlebih dahulu. Garis ini dibuat sebagai pengikat antara lapisan batu bata ringan agar bisa tetap kokoh. Banyak sekali cara pemasangan garis pedoman yang bisa Anda tiru, namun kebanyakan yang sering digunakan adalah bentuk setengah batu bata. Dimana garis dipasang pada posisi tengah batu.

 

  1. Basahi batu bata ringan sebelum memulai proses plesteran

Setelah proses pemasangan selesai, Anda harus menunggu beberapa saat terlebih dahulu sampai semen benar-benar kering sebelum memulai proses plesteran. Satu hari sebelum melakukan plesteran, basahi dinding terlebih dahulu. Saat ingin memulai proses plesteran Anda juga harus membasahi permukaan dinding terlebih dahulu baru memulai proses plesterannya.

 

  1. Tetap basahi bagian dinding selama 3 hari berturut-turut

Air merupakan komponen yang penting untuk meningkatkan kekuatan semen dan menjaga proses plesteran bisa selesai dengan tepat. Basahi dinding sehari sekali selama kira-kira 3 hari. Proses ini penting dilakukan agar dinding tidak mudah retak dan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama.

 

Demikianlah tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan yang tepat. Dengan adanya panduan ini, Anda bisa lebih memperhatikan proses pemasangannya agar hasilnya pun bisa memuaskan. Selain itu Anda tidak boleh memasang bahan bangunan secara buru-buru, karena memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memastikan kualitasnya agar tetap kokoh dan tidak mudah rusak.