Mengenal Perbedaan Semen Instan Dan Konvensional (Biasa)

Membangun rumah atau gedung sudah pasti membutuhkan semen, dimana material bangunan tersebut sangat penting karena sangat mempengaruhi kekokohan bangunan serta hasil akhir dari bangunan. Mempunyai rumah yang kokoh sudah pasti sangat menguntungkan karena jika bangunan kokoh maka renovasi mungkin akan dilakukan sekitar belasan sampai puluhan tahun kemudian.

Seiring dengan perkembangan zaman maka banyak perkembangan baru yang tentunya sangat bermanfaat salah satunya yaitu dengan hadirnya mortar. Material bangunan satu ini sudah di uji PUSLITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM dan PERUMAHAN RAKYAT (PUPR) dengan Nomor Laporan Hasil Uji : 139-B/LHU/Lb-14/2019 dan juga berkualitas. Dengan banyaknya keunggulan yang dimiliki maka sudah pasti mortar menggantikan material konvensional sejenisnya.

Hal tersebut disebabkan karena perbedaan yang sangat mencolok mulai dari kualitas, keefisienan dan masih banyak lagi. Apa saja sih perbedaan antara mortar dengan material konvensional sejenisnya?

Perbedaan Semen Instan (Mortar) Dengan Semen Konvensional (Biasa)

Mortar merupakan semen instan atau siap saji yang digunakan untuk bangunan tanpa membutuhkan material tambahan seperti pasir dan juga kapur. Sedangkan untuk yang konvensional masih membutuhkan bahan material bangunan tambahan seperti pasir dan juga kapur. Jika dilihat dari keunggulannya ada perbedaan mencolok di antara kedua jenis material bangunan ini, langsung saja simak uraian lengkap berikut ini:

  • Biaya

Dari segi biaya penggunaan mortar jauh lebih hemat karena seperti yang sudah dijelaskan bahwa ketika menggunakan mortar maka Anda tidak perlu menghabiskan atau menyediakan biaya untuk membeli material lain seperti pasir dan juga kapur cukup dengan air saja mortar sudah dapat digunakan. Sedangkan untuk yang konvensional Anda sudah pasti harus membeli material lain diantaranya pasir dan juga kapur sehingga dapat menyebabkan pembengkakan biaya. Dari segi biaya mortar lebih unggul dibandingkan dengan yang konvensional karena tidak membutuhkan material bangunan tambahan.

  • Waktu

Perbedaan lain yang juga sangat terlihat dari pemakaian mortar dengan konvensional yaitu waktu. Menggunakan mortar untuk bangunan dapat menghemat waktu lebih banyak karena tidak memerlukan campuran material lain dan cukup dengan air dan diaduk sampai merata saja.

Sedangkan jika menggunakan yang konvensional maka Anda harus mencampurkannya terlebih dahulu dengan pasir, kapur dan juga semen sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Belum lagi jika masih harus mengayak pasir untuk memisahkan pasir dari batu pasti waktu yang dibutuhkan lebih lama lagi ya.

  • Ketahanan atau kekokohan

Ketika membangun sebuah rumah atau gedung dengan menggunakan material yang bagus dan tidak bagus tentu saja hasilnya berbeda terutama dari ketahanan atau kekuatan dari bangunan. Ketika membangun sebuah bangunan dengan material yang berkualitas sudah pasti bangunan akan kokoh sedangkan jika membangun rumah maupun gedung dengan material yang kurang bagus sudahlah pasti kekokohan bangunan diragukan.

Perbedaan mencolok juga terlihat di antara bangunan yang menggunakan mortar dengan bangunan yang menggunakan semen konvensional. Bangunan yang menggunakan mortar akan lebih kokoh dan tahan terhadap retak rambut atau retak halus sedangkan sebaliknya bangunan yang menggunakan bahan konvensional tidak tahan terhadap retak halus.

Apa yang menyebabkan hal tersebut? Hal tersebut disebabkan karena mortar terdiri dari campuran bahan-bahan yang berkualitas dan homogen sehingga lebih menyatu. Sedangkan yang bahan konvensional karena harus ditambahkan dengan bahan material lainnya maka pencampurannya cenderung tidak merata atau tidak homogen.

  • Daya rekat

Perbandingan keunggulan selanjutnya yang memang sangat terlihat jelas pada bangunan yang menggunakan mortar dan bangunan yang menggunakan bahan konvensional yaitu dari daya rekat. Mortar mempunyai daya rekat yang tinggi dimana hal ini disebabkan lantaran mortar tersusun dari bahan-bahan khusus dan berkualitas tinggi sehingga menghasilkan daya rekat tinggi.

Sedangkan jika Anda tidak menggunakan mortar atau menggunakan yang konvensional maka daya rekatnya sangat kurang. Dimana hal tersebut lantaran material yang dicampurkan seperti pasir dan kapur tidak tercampur secara merata atau homogen.

Selain itu karena percampuran yang tidak homogen maka sudah pasti hasil dari bangunan tidak rapi. Sedangkan jika menggunakan mortar yang mana material tercampur merata, maka sudah pasti hasil akan lebih rapi dan halus.

Dari beberapa perbedaan antara semen instan (mortar) dengan yang konvensional tersebut, maka kesimpulannya sudah seharusnya Anda berpindah menggunakan mortar. Salah satu produk mortar yang paling bagus dan terpercaya sudah pasti Monas. Semoga bermanfaat.

Mengenal Jenis-jenis Dan Kegunaan Semen Instan Monas

Membangun rumah atau proyek-proyek konstruksi besar pilihan paling tepat dan cerdas adalah menggunakan semen instan Monas. Mengapa Monas menjadi pilihan tepat dan cerdas? Karena di dalam Monas sudah terdiri dari material bangunan yang sangat lengkap mulai dari pasir, kapur dan zat-zat yang pastinya sangat bermanfaat untuk memperkokoh bangunan.

Menggunakan Monas tidak lagi lelah mengaduk bersamaan dengan material lain seperti pasir dan juga kapur. Cukup dengan ditambahkan air saja Monas sudah dapat digunakan. Sehingga dapat dipastikan penggunaan Monas untuk membangun rumah atau proyek konstruksi besar sudah pasti lebih menguntungkan.

Banyak sekali keunggulan dari produk Monas diantaranya yaitu kemasannya yang sangat praktis, bentuknya bubuk sehingga mudah dicampurkan dengan air dan air yang dibutuhkan juga tidak banyak. Sehingga menggunakan Monas sudah pasti jauh lebih efisien dan hemat air.

Jika Anda bertanya tentang ketahanan Monas, maka Anda tidak perlu ragu lagi karena Monas sudah teruji oleh PUSLITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM dan PERUMAHAN RAKYAT (PUPR) dengan Nomor Laporan Hasil Uji : 139-B/LHU/Lb-14/2019. Produk Monas sendiri ada beberapa dimana masing-masing mempunyai kegunaan atau pengaplikasian yang berbeda-beda, sehingga Anda perlu tahu apa saja produk Monas yang ada.

Jenis-jenis Semen Instan Monas Lengkap Dengan Kegunaannya

Jika ingin membuat bangunan apapun tidak terkecuali rumah wajib tahu dan memastikan material yang digunakan berkualitas. Selain itu masing-masing material mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Dimana Monas juga terdiri dari beberapa jenis dan pastinya kegunaannya juga berbeda-beda. Berikut ini adalah jenis-jenis semen instan Monas lengkap dengan kegunaannya:

Salah satu jenis dari Monas yaitu ThinBed dimana kegunaan dari jenis ini adalah untuk merekatkan batu bata ringan. Jenis ini terbuat dari bahan-bahan pilihan den berkualitas pastinya sehingga daya rekat dari ThinBed tidak dapat diragukan lagi.

Dalam satu sak ThinBed sebanyak 40 kg dan jika digunakan membutuhkan air sebanyak 9 sampai dengan 10 liter air. Untuk 1 sak ThinBed dapat digunakan memasang batu bata ringan seluas 13 m2 dengan ukuran batu bata sebesar 7,5 cm. sedangkan untuk batu bata ukuran 10 cm 1 sak ThinBed akan dapat digunakan pemasangan hingga luas 10 m2.

Jenis Monas selanjutnya yaitu Plaster Max yang diaplikasikan untuk plesteran dinding bangunan. Luas yang diperoleh dinding berbahan batu bata merah dengan bata ringan memiliki perbedaan.

Untuk dinding yang terbuat dari batu bata merah satu sak dari Plaster Max dapat diaplikasikan pada dinding dengan luas 1,8 m2. Sedangkan dinding yang dibangun dari bata ringan maka 1 sak Plester Max dapat diaplikasikan pada dinding dengan luas 2 m2.

Skim Coat merupakan salah satu jenis Monas yang berfungsi untuk melapisi permukaan dinding. Dinding yang seperti apa yang bisa menggunakan Skim Coat? Dinding yang bisa menggunakan Skim Coat yaitu dinding yang terbuat dari plesteran dan juga beton.

Dalam satu sak Skim Coat yaitu yang berisi 40 kg dapat diaplikasikan pada dinding seluas 17 m2 dengan ketebalan 1,5 mm. lalu seberapa banyak air yang dibutuhkan untuk menggunakan dalam satu sak Skim Coat? Untuk 1 sak Skim Coat membutuhkan air sebanyak 13-14 liter.

Setelah membahas jenis Monas yang digunakan untuk dinding selanjutnya yaitu jenis Monas yang digunakan untuk lantai dan juga dinding yaitu Tile Adhesive. Tile Adhesive digunakan untuk merekatkan keramik baik yang difungsikan untuk lantai maupun untuk dinding.

Satu sak Tile Adhesive yang berisi 40 kg dapat diaplikasikan untuk merekatkan keramik lantai maupun dinding dengan luas 8 m2. Dimana ketebalannya yaitu sekitar 3 mm, sedangkan air yang dibutuhkan untuk satu sak Tile Adhesive yaitu sekitar 8,5 sampai dengan 9,5 liter.

Jenis Monas yang terakhir adalah Tile on Tile Adhesive yang digunakan untuk merekatkan keramik diatas keramik baik untuk lantai maupun dinding. Satu sak Tile On Tile Adhesive yang berisi 40 kg dengan ketebalan pengaplikasian 3 mm akan menghasilkan lantai maupun dinding seluas 8 m2.

Berapa sih air yang dibutuhkan untuk satu sak Tile on Tile Adhesive? Untuk satu sak Tile on Tile Adhesive yang berisi 40 kg membutuhkan air sebanyak 8,5 sampai dengan 9,5 liter. Sehingga menggunakan produk semen instan Monas baik Tile on Tile Adhesive, Tile Adhesive, Skim Coat dan jenis yang lainnya sangat menguntungkan dan hemat air.

Apa Saja Jenis-Jenis Mortar?

Pernah mendengar tentang semen instan atau mortar? Ya, mungkin untuk Anda yang saat ini tinggal di wilayah perkotaan, salah satu material bangunan ini tidak asing lagi di telinga Anda. Karena mortar sendiri sering digunakan untuk mengganti semen konvensional bagi para pemilik rumah maupun para pengembang.

Mortar sendiri memiliki beberapa keuntungan, seperti dalam hal kepraktisan, kemudahan, dan kualitasnya. Karena hanya butuh air sebagai bahan campuran, semen instan banyak diminati untuk kontruksi bangunan seperti apartemen dan rumah, atau bahkan untuk sekadar merenovasi rumah dan memperbaiki kerusakan pada rumah.

Nah, mortar sendiri dibagi menjadi 5 jenis dengan perbedaan penggunaannya. Berikut akan kami berikan penjelasan singkat mengenai jenis-jenis mortar.

Empat Jenis Mortar yang Harus Anda Ketahui

Meski semen instan atau mortar ini memiliki cara pemakaian yang mirip, namun mortar dibagi menjadi 5 sesuai dengan kebutuhan atau kegunaannya. Berikut penjelasannya.

1. Thin bed Mortar (Perekat Bata Ringan)
Untuk jenis yang satu ini, yakni mortar bata ringan, bisa disebut oleh pekerja bangunan atau mandor sebagai lem hebel atau perekat bata ringan. Mortar yang satu ini dibuat dengan komposisi yang tepat dari perpaduan material pilihan, yaitu pasir, semen, dan aditif melalui proses produksi yang canggih agar bisa tercampur homogen.
Jika dibanding dengan semen konvensional, penggunaan mortar yang satu ini tingkat efisiensinya sangat tinggi. Biasanya para pekerja bangunan hanya cukup mengoles tipis mortar ini untuk bisa merekatkan bata ringan, yang berbeda dengan semen konvensional yang harus mengoles lebih tebal agar bisa merekatkan bata merah.

2. Plaster Max atau Plester Dinding
Mortar plester dinding ini bisa digunakan untuk memplester dinding bata ringan, bata merah, atau batako.
Mortar yang satu ini memiliki daya rekat yang tinggi saat diaplikasikan. Selain itu, adukan terasa ringan sehingga dapat lebih menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Hasil dindingnya pun akan lebih rapi, kuat, dan rata karena ketebalan perekatan bisa setebal 10 mm. Dan, plester dinding ini dapat digunakan pada mesin semprot atau spray supaya lebih efektif.

3. Skim Coat atau Pelapis Dinding
Selanjutnya adalah Skim Coat atau Pelapis Dinding, merupakan semen instan atau mortar yang diaplikasikan untuk permukaan dinding plesteran maupun beton pada eksterior maupun interior.
Mortar pelapis dinding milik Mortar Nasional didesain guna mencegah penguapan air secara cepat, sehingga adukan tidak mudah mengeras. Selain itu, mortar ini tidak menyerap bahan cat sehingga menghemat penggunaan cat serta biaya pemeliharaan.
Anda juga tidak perlu khawatir akan munculnya retak rambut pada dinding, karena mortar ini dapat menghindari terjadinya hal tersebut. Juga, produk mortar ini tidak menggunakan kompon sebagai dasar pengecatan.

4. Tile Adhesive atau Pemasang Keramik
Semen instan yang satu ini digunakan untuk pemasangan keramik pada dinding serta lantai.
Karena memiliki daya rekat yang tinggi, hasil yang muncul akan rapi, kuat, dan rata, serta mudah dalam pengaplikasiannya. Adukan tidak akan cepat mengering, sehingga mempermudah dalam aplikasi. Mortar ini juga dapat mencegah terjadinya terangkatnya pasangan keramik lantai dan tahan terhadap pemuaian serta penyusutan.

5. Tile on Tile Adhesive atau Perekat Keramik di Atas Keramik
Semen instan atau mortar ini digunakan pada pekerjaan pemasangan keramik di atar keramik yang telah terpasa pada dinding serta lantai. Dengan mortar ini, Anda tidak perlu membongkar keramik yang lama untuk memasang keramik yang baru. Pemasangannya pun sangat mudah.
Karena praktis, sehingga bisa menghemat biaya dan waktu.

Pemesanan Mortar di Mortar Nasional

Untuk pemesanan, Anda bisa melihat-lihat terlebih dahulu produk-produk kami di menu “Produk”. Apabila Anda mengeklik pada salah satu menu di “Produk”, akan muncul halaman yang berisikan tentang informasi mengenai produk yang Anda pilih.

Jika Anda ingin memesan, Anda bisa menghubungi nomor yang tertera pada setiap halaman produk. Nanti kami akan menghubungi Anda kembali agar bisa melakukan proses pemesananan, hingga selesai.
Apabila Anda tidak menemukan nomor tersebut, Anda bisa mengeklik pada gambar telepon di pojok kanan bawah untuk menghubungi kami lebih lanjut via Whatsapp.

Tips Memilih Semen Mortar untuk Plester

Konstruksi bangunan baik di desain rumah hunian ataupun bangunan berskala besar bisa dipastikan membutuhkan produk semen mortar. Mortar memang dikenal sebagai produk semen berbeda karena memiliki karakteristik lebih cepat kering dibandingkan semen biasanya.

 

Maka dari itu, banyak developer menggunakannya untuk membangun konstruksi di skala besar. Sehingga ada beberapa tips terbaik untuk menentukan produk mortar untuk plester dinding lebih kuat dan kokoh.

Memilih Semen Mortar yang Baik

Memiliki Logo 

Sudah pasti dari setiap produk mortar untuk kebutuhan plester wajib memiliki standar nasional atau SNI Banyak kualitas semen terbaik sudah berlabel SNI, sehingga ada beberapa poin penting bisa didapatkan terutama pada kualitas semen. Logo SNI menjadi kebutuhan penting karena memperlihatkan kelayakan mortar, kemudian spesifikasinya juga sudah layak untuk beragam kebutuhan termasuk pada proses plester dinding ataupun bagian lainnya..

 

Lihat Tekstur dan Warna Semen

Memang tidak mudah melihat tekstur mortar sebelum digunakan. Namun, ada baiknya Anda mencoba melihat beberapa contoh produk eceran mortar yang tersedia saat itu. Cek tekstur dan warna semen, karena untuk tekstur terbaik untuk mortar ini memiliki karakter lebih lembut dan mirip seperti butiran debu.

Sedangkan dari warnanya juga terlihat abu-abu serta ada unsur warna kehijauan. Sebisa mungkin Anda menghindari tekstur semen mortar yang sudah sedikit membantu ataupun keras. Kemudian, dari warnanya jangan terlalu gelap karena beberapa kandungan penting di dalam mortar sudah tidak bisa dimaksimalkan untuk proses plester.

 

Usia Semen Mortar

Ada baiknya dari setiap produk mortar memiliki kriteria usianya yang masih baru diproduksi. Ada jangka waktu produksi dan juga pengiriman membuat kualitas semen jadi berkurang. Untuk itulah mayoritas semen akan dikemas sesuai prosedur, kemudian beratnya juga hampir sama. Dari sinilah usia semen harus dicermati kembali. Jangan sampai Anda mendapatkan semen dengan usia sudah cukup lama tersimpan di dalam gudang.

 

Cek Penyimpanan Semen Mortar

Kualitas dari tempat penyimpanan produk semen mortar juga menjadi bahan pertimbangan akan kualitasnya. Hingga sekarang produk mortar ini sangat diandalkan untuk plester dinding. Bahkan untuk kriteria tempat penyimpanan mortar harus benar-benar sesuai kriteria dan tidak terlalu lembab.

Perubahan suhu akan membuat tekstur semen menjadi kurang baik. Bahkan nantinya akan berdampak besar pada perubahan kualitas semen untuk kebutuhan plester.

 

Cek Kemasan Semen Mortar

Berikutnya pastikan juga akses produk mortar dari kemasannya. Tidak hanya mengecek dari logo SNI saja, namun kelengkapan informasi baik itu berat semen, dan juga kesempurnaan kemasan semen akan membuahkan manfaat mengenai standar kualitas kemasan semen. Perubahan dan pengembangan kemasan semen mortar sangatlah menguntungkan bagi konsumen. Sehingga ada beberapa poin penting untuk mencermati kualitas kemasan semen lebih maksimal.

 

Melihat Daftar Merk Semen Paling Banyak Dibeli

Jika kita melihat berbagai daftar merk serta kualitas semen memang selalu diperhatikan sebelum membeli produk mortar. Cek daftar merk terbaik mortar, kemudian di dalam kualitasnya benar-benar mampu memberikan sarana tepat untuk semua konsumen untuk mendapatkan produk paling umum dibeli serta kualitasnya lebih baik.

 

Menentukan produk semen mortar bisa dipastikan membuahkan sarana-sarana paling tepat untuk plester dinding dan bagian lainnya. Untuk itulah konsep penggunaan mortar yang lebih cepat kering dibandingkan semen biasa. Bahkan sekarang penggunaan mortar untuk kebutuhan plester sudah mendominasi, sehingga harganya pun tidak jauh berbeda meskipun kualitasnya hampir sama di beberapa merk mortar.

 

Tips Menggunakan Semen Mortar Dan Batu Bata Ringan Untuk Bangunan

Untuk menghemat proses pembangunan rumah Anda bisa menggunakan bahan semen instan yang berkualitas unggulan. Untuk itu Anda memerlukan tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan untuk bangunan agar bisa mengaplikasikannya dengan baik dan tepat. Jika Anda mampu mengaplikasikannya dengan baik, maka bangunan akan kuat dan tahan lama.

 

Inilah tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan untuk bangunan

Semen mortar dan batu batu bata ringan merupakan komposisi bahan bangunan yang bisa dibilang unggulan. Selain mudah dalam pemasangan, bahan ini sudah memiliki komposisi bahan yang pas, Anda hanya perlu mencampurkannya dengan sedikit air saja. Namun saat mengaplikasikannya, Anda perlu memperhatikan tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan dibawah ini agar sesuai.

  1. Pastikan komposisi air pada mortar telah sesuai

Mortar merupakan bahan semen instan yang sudah memiliki komposisi yang lengkap. Dengan begitu Anda tidak perlu mencampurnya lagi dengan bahan lain seperti pasir atau yang lainnya. Anda hanya perlu mencampurkan mortar dengan komposisi air yang pas. Untuk komposisi penggunaan air dan mortar yang ideal adalah 1:2. Pastikan bentuk adukannya kental dan tidak cair.

  1. Rendam batu bata ringan 1 jam sebelum digunakan

Untuk bisa menjaga kualitas batu bata ringan agar tidak mudah retak dan bisa tetap kokoh diperlukan kelembaban yang pas. Untuk menjaga kelembaban tersebut sebaiknya Anda rendam batu bata ringan di dalam tangki berisikan air. Cara ini akan membuat kualitas batu bata ringan lebih bagus dan mudah dipasang. Dengan begitu maka bahan bangunan akan tetap terjamin kualitasnya.

 

  1. Buatlah ketebalan pemasangan sekitar 1-3 mm

Saat memasang batu bata, disarankan untuk memperhatikan ketebalan semen yang digunakan. Ketebalan semen tidak boleh melebihi 1-3 mm. Pemakaian semen yang berlebihan akan membuat semen terjatuh sia-sia selama proses pengeringan. Kondisi ini bisa membuat dinding menjadi tidak rata. Hal akan menyulitkan proses plesteran nantinya. Untuk itu perhatikan ketebalan semen dengan tepat.

 

  1. Buatlah garis untuk pedoman pemasangan

Untuk mempermudah proses pemasangan nantinya, sebaiknya Anda buatlah garis pedoman terlebih dahulu. Garis ini dibuat sebagai pengikat antara lapisan batu bata ringan agar bisa tetap kokoh. Banyak sekali cara pemasangan garis pedoman yang bisa Anda tiru, namun kebanyakan yang sering digunakan adalah bentuk setengah batu bata. Dimana garis dipasang pada posisi tengah batu.

 

  1. Basahi batu bata ringan sebelum memulai proses plesteran

Setelah proses pemasangan selesai, Anda harus menunggu beberapa saat terlebih dahulu sampai semen benar-benar kering sebelum memulai proses plesteran. Satu hari sebelum melakukan plesteran, basahi dinding terlebih dahulu. Saat ingin memulai proses plesteran Anda juga harus membasahi permukaan dinding terlebih dahulu baru memulai proses plesterannya.

 

  1. Tetap basahi bagian dinding selama 3 hari berturut-turut

Air merupakan komponen yang penting untuk meningkatkan kekuatan semen dan menjaga proses plesteran bisa selesai dengan tepat. Basahi dinding sehari sekali selama kira-kira 3 hari. Proses ini penting dilakukan agar dinding tidak mudah retak dan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama.

 

Demikianlah tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan yang tepat. Dengan adanya panduan ini, Anda bisa lebih memperhatikan proses pemasangannya agar hasilnya pun bisa memuaskan. Selain itu Anda tidak boleh memasang bahan bangunan secara buru-buru, karena memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memastikan kualitasnya agar tetap kokoh dan tidak mudah rusak.