Apa Saja Jenis-Jenis Mortar?

Pernah mendengar tentang semen instan atau mortar? Ya, mungkin untuk Anda yang saat ini tinggal di wilayah perkotaan, salah satu material bangunan ini tidak asing lagi di telinga Anda. Karena mortar sendiri sering digunakan untuk mengganti semen konvensional bagi para pemilik rumah maupun para pengembang.

Mortar sendiri memiliki beberapa keuntungan, seperti dalam hal kepraktisan, kemudahan, dan kualitasnya. Karena hanya butuh air sebagai bahan campuran, semen instan banyak diminati untuk kontruksi bangunan seperti apartemen dan rumah, atau bahkan untuk sekadar merenovasi rumah dan memperbaiki kerusakan pada rumah.

Nah, mortar sendiri dibagi menjadi 5 jenis dengan perbedaan penggunaannya. Berikut akan kami berikan penjelasan singkat mengenai jenis-jenis mortar.

Empat Jenis Mortar yang Harus Anda Ketahui

Meski semen instan atau mortar ini memiliki cara pemakaian yang mirip, namun mortar dibagi menjadi 5 sesuai dengan kebutuhan atau kegunaannya. Berikut penjelasannya.

1. Thin bed Mortar (Perekat Bata Ringan)
Untuk jenis yang satu ini, yakni mortar bata ringan, bisa disebut oleh pekerja bangunan atau mandor sebagai lem hebel atau perekat bata ringan. Mortar yang satu ini dibuat dengan komposisi yang tepat dari perpaduan material pilihan, yaitu pasir, semen, dan aditif melalui proses produksi yang canggih agar bisa tercampur homogen.
Jika dibanding dengan semen konvensional, penggunaan mortar yang satu ini tingkat efisiensinya sangat tinggi. Biasanya para pekerja bangunan hanya cukup mengoles tipis mortar ini untuk bisa merekatkan bata ringan, yang berbeda dengan semen konvensional yang harus mengoles lebih tebal agar bisa merekatkan bata merah.

2. Plaster Max atau Plester Dinding
Mortar plester dinding ini bisa digunakan untuk memplester dinding bata ringan, bata merah, atau batako.
Mortar yang satu ini memiliki daya rekat yang tinggi saat diaplikasikan. Selain itu, adukan terasa ringan sehingga dapat lebih menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Hasil dindingnya pun akan lebih rapi, kuat, dan rata karena ketebalan perekatan bisa setebal 10 mm. Dan, plester dinding ini dapat digunakan pada mesin semprot atau spray supaya lebih efektif.

3. Skim Coat atau Pelapis Dinding
Selanjutnya adalah Skim Coat atau Pelapis Dinding, merupakan semen instan atau mortar yang diaplikasikan untuk permukaan dinding plesteran maupun beton pada eksterior maupun interior.
Mortar pelapis dinding milik Mortar Nasional didesain guna mencegah penguapan air secara cepat, sehingga adukan tidak mudah mengeras. Selain itu, mortar ini tidak menyerap bahan cat sehingga menghemat penggunaan cat serta biaya pemeliharaan.
Anda juga tidak perlu khawatir akan munculnya retak rambut pada dinding, karena mortar ini dapat menghindari terjadinya hal tersebut. Juga, produk mortar ini tidak menggunakan kompon sebagai dasar pengecatan.

4. Tile Adhesive atau Pemasang Keramik
Semen instan yang satu ini digunakan untuk pemasangan keramik pada dinding serta lantai.
Karena memiliki daya rekat yang tinggi, hasil yang muncul akan rapi, kuat, dan rata, serta mudah dalam pengaplikasiannya. Adukan tidak akan cepat mengering, sehingga mempermudah dalam aplikasi. Mortar ini juga dapat mencegah terjadinya terangkatnya pasangan keramik lantai dan tahan terhadap pemuaian serta penyusutan.

5. Tile on Tile Adhesive atau Perekat Keramik di Atas Keramik
Semen instan atau mortar ini digunakan pada pekerjaan pemasangan keramik di atar keramik yang telah terpasa pada dinding serta lantai. Dengan mortar ini, Anda tidak perlu membongkar keramik yang lama untuk memasang keramik yang baru. Pemasangannya pun sangat mudah.
Karena praktis, sehingga bisa menghemat biaya dan waktu.

Pemesanan Mortar di Mortar Nasional

Untuk pemesanan, Anda bisa melihat-lihat terlebih dahulu produk-produk kami di menu “Produk”. Apabila Anda mengeklik pada salah satu menu di “Produk”, akan muncul halaman yang berisikan tentang informasi mengenai produk yang Anda pilih.

Jika Anda ingin memesan, Anda bisa menghubungi nomor yang tertera pada setiap halaman produk. Nanti kami akan menghubungi Anda kembali agar bisa melakukan proses pemesananan, hingga selesai.
Apabila Anda tidak menemukan nomor tersebut, Anda bisa mengeklik pada gambar telepon di pojok kanan bawah untuk menghubungi kami lebih lanjut via Whatsapp.

Tips Memilih Semen Mortar untuk Plester

Konstruksi bangunan baik di desain rumah hunian ataupun bangunan berskala besar bisa dipastikan membutuhkan produk semen mortar. Mortar memang dikenal sebagai produk semen berbeda karena memiliki karakteristik lebih cepat kering dibandingkan semen biasanya.

 

Maka dari itu, banyak developer menggunakannya untuk membangun konstruksi di skala besar. Sehingga ada beberapa tips terbaik untuk menentukan produk mortar untuk plester dinding lebih kuat dan kokoh.

Memilih Semen Mortar yang Baik

Memiliki Logo SNI

Sudah pasti dari setiap produk mortar untuk kebutuhan plester wajib memiliki standar nasional atau SNI. Banyak kualitas semen terbaik sudah berlabel SNI, sehingga ada beberapa poin penting bisa didapatkan terutama pada kualitas semen. Logo SNI menjadi kebutuhan penting karena memperlihatkan kelayakan mortar, kemudian spesifikasinya juga sudah layak untuk beragam kebutuhan termasuk pada proses plester dinding ataupun bagian lainnya.

 

Lihat Tekstur dan Warna Semen

Memang tidak mudah melihat tekstur mortar sebelum digunakan. Namun, ada baiknya Anda mencoba melihat beberapa contoh produk eceran mortar yang tersedia saat itu. Cek tekstur dan warna semen, karena untuk tekstur terbaik untuk mortar ini memiliki karakter lebih lembut dan mirip seperti butiran debu.

Sedangkan dari warnanya juga terlihat abu-abu serta ada unsur warna kehijauan. Sebisa mungkin Anda menghindari tekstur semen mortar yang sudah sedikit membantu ataupun keras. Kemudian, dari warnanya jangan terlalu gelap karena beberapa kandungan penting di dalam mortar sudah tidak bisa dimaksimalkan untuk proses plester.

 

Usia Semen Mortar

Ada baiknya dari setiap produk mortar memiliki kriteria usianya yang masih baru diproduksi. Ada jangka waktu produksi dan juga pengiriman membuat kualitas semen jadi berkurang. Untuk itulah mayoritas semen akan dikemas sesuai prosedur, kemudian beratnya juga hampir sama. Dari sinilah usia semen harus dicermati kembali. Jangan sampai Anda mendapatkan semen dengan usia sudah cukup lama tersimpan di dalam gudang.

 

Cek Penyimpanan Semen Mortar

Kualitas dari tempat penyimpanan produk semen mortar juga menjadi bahan pertimbangan akan kualitasnya. Hingga sekarang produk mortar ini sangat diandalkan untuk plester dinding. Bahkan untuk kriteria tempat penyimpanan mortar harus benar-benar sesuai kriteria dan tidak terlalu lembab.

Perubahan suhu akan membuat tekstur semen menjadi kurang baik. Bahkan nantinya akan berdampak besar pada perubahan kualitas semen untuk kebutuhan plester.

 

Cek Kemasan Semen Mortar

Berikutnya pastikan juga akses produk mortar dari kemasannya. Tidak hanya mengecek dari logo SNI saja, namun kelengkapan informasi baik itu berat semen, dan juga kesempurnaan kemasan semen akan membuahkan manfaat mengenai standar kualitas kemasan semen. Perubahan dan pengembangan kemasan semen mortar sangatlah menguntungkan bagi konsumen. Sehingga ada beberapa poin penting untuk mencermati kualitas kemasan semen lebih maksimal.

 

Melihat Daftar Merk Semen Paling Banyak Dibeli

Jika kita melihat berbagai daftar merk serta kualitas semen memang selalu diperhatikan sebelum membeli produk mortar. Cek daftar merk terbaik mortar, kemudian di dalam kualitasnya benar-benar mampu memberikan sarana tepat untuk semua konsumen untuk mendapatkan produk paling umum dibeli serta kualitasnya lebih baik.

 

Menentukan produk semen mortar bisa dipastikan membuahkan sarana-sarana paling tepat untuk plester dinding dan bagian lainnya. Untuk itulah konsep penggunaan mortar yang lebih cepat kering dibandingkan semen biasa. Bahkan sekarang penggunaan mortar untuk kebutuhan plester sudah mendominasi, sehingga harganya pun tidak jauh berbeda meskipun kualitasnya hampir sama di beberapa merk mortar.

 

Tips Menggunakan Semen Mortar Dan Batu Bata Ringan Untuk Bangunan

Untuk menghemat proses pembangunan rumah Anda bisa menggunakan bahan semen instan yang berkualitas unggulan. Untuk itu Anda memerlukan tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan untuk bangunan agar bisa mengaplikasikannya dengan baik dan tepat. Jika Anda mampu mengaplikasikannya dengan baik, maka bangunan akan kuat dan tahan lama.

 

Inilah tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan untuk bangunan

Semen mortar dan batu batu bata ringan merupakan komposisi bahan bangunan yang bisa dibilang unggulan. Selain mudah dalam pemasangan, bahan ini sudah memiliki komposisi bahan yang pas, Anda hanya perlu mencampurkannya dengan sedikit air saja. Namun saat mengaplikasikannya, Anda perlu memperhatikan tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan dibawah ini agar sesuai.

  1. Pastikan komposisi air pada mortar telah sesuai

Mortar merupakan bahan semen instan yang sudah memiliki komposisi yang lengkap. Dengan begitu Anda tidak perlu mencampurnya lagi dengan bahan lain seperti pasir atau yang lainnya. Anda hanya perlu mencampurkan mortar dengan komposisi air yang pas. Untuk komposisi penggunaan air dan mortar yang ideal adalah 1:2. Pastikan bentuk adukannya kental dan tidak cair.

  1. Rendam batu bata ringan 1 jam sebelum digunakan

Untuk bisa menjaga kualitas batu bata ringan agar tidak mudah retak dan bisa tetap kokoh diperlukan kelembaban yang pas. Untuk menjaga kelembaban tersebut sebaiknya Anda rendam batu bata ringan di dalam tangki berisikan air. Cara ini akan membuat kualitas batu bata ringan lebih bagus dan mudah dipasang. Dengan begitu maka bahan bangunan akan tetap terjamin kualitasnya.

 

  1. Buatlah ketebalan pemasangan sekitar 1-3 mm

Saat memasang batu bata, disarankan untuk memperhatikan ketebalan semen yang digunakan. Ketebalan semen tidak boleh melebihi 1-3 mm. Pemakaian semen yang berlebihan akan membuat semen terjatuh sia-sia selama proses pengeringan. Kondisi ini bisa membuat dinding menjadi tidak rata. Hal akan menyulitkan proses plesteran nantinya. Untuk itu perhatikan ketebalan semen dengan tepat.

 

  1. Buatlah garis untuk pedoman pemasangan

Untuk mempermudah proses pemasangan nantinya, sebaiknya Anda buatlah garis pedoman terlebih dahulu. Garis ini dibuat sebagai pengikat antara lapisan batu bata ringan agar bisa tetap kokoh. Banyak sekali cara pemasangan garis pedoman yang bisa Anda tiru, namun kebanyakan yang sering digunakan adalah bentuk setengah batu bata. Dimana garis dipasang pada posisi tengah batu.

 

  1. Basahi batu bata ringan sebelum memulai proses plesteran

Setelah proses pemasangan selesai, Anda harus menunggu beberapa saat terlebih dahulu sampai semen benar-benar kering sebelum memulai proses plesteran. Satu hari sebelum melakukan plesteran, basahi dinding terlebih dahulu. Saat ingin memulai proses plesteran Anda juga harus membasahi permukaan dinding terlebih dahulu baru memulai proses plesterannya.

 

  1. Tetap basahi bagian dinding selama 3 hari berturut-turut

Air merupakan komponen yang penting untuk meningkatkan kekuatan semen dan menjaga proses plesteran bisa selesai dengan tepat. Basahi dinding sehari sekali selama kira-kira 3 hari. Proses ini penting dilakukan agar dinding tidak mudah retak dan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama.

 

Demikianlah tips menggunakan semen mortar dan batu bata ringan yang tepat. Dengan adanya panduan ini, Anda bisa lebih memperhatikan proses pemasangannya agar hasilnya pun bisa memuaskan. Selain itu Anda tidak boleh memasang bahan bangunan secara buru-buru, karena memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memastikan kualitasnya agar tetap kokoh dan tidak mudah rusak.